Enter your keyword

kagung13.blogspot.com | kagung13@gmail.com

Indonesia Invisible Money untuk Smart Money Wave (Gerakan Nasional Non Tunai)

By On November 24, 2016

E-Commerce merupakan salah satu bentuk nyata dari perkembangan teknologi dan internet. Bagaimana tidak, di Indonesia pada tahun 2013 saja menurut data statistik dari Menkominfo, menyebukan bahwa nilai transaksi e-commerce pada tahun 2013 mencapai 130 triliun rupiah.
Ini merupakan angka yang sangat fantastis mengingat bahwa hanya sekitar 7% dari pengguna internet di Indonesia yang pernah belanja secara online, ini berdasarkan data dari McKinsey. Dibandingkan dengan China yang sudah mencapai 30%, Indonesia memang masih tertinggal jauh, tapi perlu anda ingat bahwa jumlah ini akan terus naik seiring dengan bertumbuhnya penggunaan smartphone, penetrasi internet di Indonesia, penggunaan kartu debit dan kredit, dan tingkat kepercayaan konsumen untuk berbelanja secara online. Jika kita melihat Indonesia sebagai Negara kepulauan yang sangat luas, e-commerce adalah pasar yang berpotensi tumbuh sangat besar di Indonesia.
Dikutip dari :  https://startupbisnis.com/data-statistik-mengenai-pertumbuhan-pangsa-pasar-e-commerce-di-indonesia-saat-ini/
Itu kutipan artikel di tahun 2013, 3 tahun yang lalu ketika bisnis e-commerce masil mulai menggeliat. Bandingkan dengan sekarang, transaksi online dimana-mana, bisnis online shop misalnya, bukan lagi hal yang sulit baik bagi penjual dan pembeli. Semuanya merupakan proses transaksi keuangan yang tentu saja menggunakan uang asli yang diakui di Indonesia ini, yaitu rupiah. Lalu dimana mereka melakukan pertukaran uang dan barang seperti kita tahu jual beli adalah proses tukar menukar barang dengan mata uang yang berlaku di suatu wilayah. Berbeda dengan barter, pertukaran antara barang dan barang.

Jawabannya adalah ini, GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai). Lalu, apa hubungannya?

GERAKAN NASIONAL NON TUNAI (GNNT)


GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) atau Smart Money Wave bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis, serta lembaga keuangan pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi keuangan agar lebih mudah, aman, dan efisien. Beberapa transaksi non tunai yang bisa ditemukan diantaranya adalah :
  • Transaksi melalui internet banking.
  • SMS banking
  • Mobile banking
  • Automated teller machine (ATM)
  • Kartu kredit & kartu debet
  • Transaksi melalui Mesin EDC
Program ini dicetuskan oleh Bank Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2014 lalu. Pengadaan perencanaan ini telah ditandatangani oleh Bank Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, dan asosiasi pemerintahan provinsi seluruh Indonesia sebagai komitmen untuk mendukung kemajuan transaksi non tunai di Indonesia. Pemerintah melalui Menko Perekonomian waktu itu juga memberikan sambutan yang salah satu butir isinya yaitu, "Ciri negara maju adalah terbatasnya penggunaan uang tunai dalam transaksi sehari-hari (Less Cash Society)."

Jadi dalam sebuah kasus online shop misalnya, merupakan salah satu contoh sistem yang mendukung adanya GNNT ini, yaitu melakukan pembayaran transaksi jual beli secara online bisa melalui internet banking, transaksi atm, m-bangking atau sms banking, tergantung mana yang akan kita pilih. Barangnya sih datang, secara real, tapi pembayarannya yang bisa kita sebut invisible.

Selanjutnya Invisible Money, Indonesia Invisible Money.
Invisible berarti tak terlihat, sederhananya Invisible Money adalah uang tak terlihat. Kembali lagi ke GNNT dan ilustrasi sederhana diatas. Transaksi ini sesuai ketentuan, barangnya ada, uangnya juga ada. Barangnya real datang ke pembeli, sedangkan uangnya, ada juga, hanya tak terlihat. Si pembeli melakukan transaksi non tunai entah melalui internet banking, transaksi atm, m-bangking atau sms banking yang mengirimkan uang ke Si penjual. Nah uang dalam kasus inilah yang disebut Invisible Money.

Invisible Money hanyalah kata lain untuk menggambarkan sebuah transaksi non tunai. Kenapa harus invisible, kenapa transaksinya harus non tuai? Kenapa tidak berbentuk uang saja, toh BI juga sudah mencetakan uang untuk alat jual beli yang sah?

Pertanyaan tersebut akan menjawab kenapa perlu digencarkannya GNNT itu sendiri. Mengapa BI mencanangkan program GNNT ini.

MANFAAT DAN TUJUAN GERAKAN NASIONAL NON TUNAI (GNNT)

Transaksi Non Tunai Lebih Aman dan Praktis

Aman memiliki sudut pandang yang berbeda untuk sebagian orang, Untuk kasus transaksi non tunai, bisa dibilang lebih aman karena uang itu sendiri tak terlihat sehingga jauh dari incara para penjahat. Bayangkan jika uang yang kita transaksikan bernilai puluhan juta, melalui transaksi non tunai, transfer melalui atm misalnya kita tak perlu membawa uang puluhan juta secara cash ke tujuan. Hal itu tentu mengurangi resiko tindak kejahatan terhadap kita. Dari segi kepraktisan tentu saja untuk mengirimkan uang puluhan juta kita hanya perlu membawa satu kartu debit kecil saja, tidak memakan tempat, dan jauh dari jangkauan intaian kriminal. Lebih praktis

Transparasi Transaksi

Melalui transaksi non tunai, segala bentuk transaksi uang akan dicatan oleh sistem yang digunakan, terpantau dengan baik dan rapi. Hal ini menjadikan transaksi non tunai lebih transparan dan dapat di kroscek data kebenarannya melalui sistem. Pihak-pihak yang bersangkutan hanya perlu memastikan sistem berjalan dengan biak dan benar. Berbeda dengan transaksi tunai. Transaksi ini syarat akan kecurangan manipulasi. Jadi uang yang kita transaksikan nilainya bisa lebih karena tidak tercatat pada sistem, adapun jika dicatat pada sistem itu dilakukan secara manual setelah uang berpindah tangan.

Perencanaan Ekonomi yang Lebih Akurat

Karena seluruh transaksi dicatat oleh sistem, hal ini secara signifikan akan meningkatkan perencanaan ekonomi yang lebih akurat karena data yang didapat sebagai contoh melalui instrumen kartu kedit dan debit tercatat seluruhnya oleh sistem. Ini akan mengurangi penggunaan uang secara ilegal yang berdampak pada keakuratan transaksi keuangan dan perencanaan ekonomi.

Diprediksi Menghemat Uang Negara

Saat ini GNNT telah mencapai total sekitar 1,2 juta orang yang telah menggunakan transaksi non tunai melalui kartu kredit, kartu ektronik dan sejenisnya. Harapannya pada 2024 sekitar 25 persen dari total jumlah penduduk Indonesia telah familiar dengan transaksi non tunai karena akan menghemat uang negara. Bank Indonesia menyatakan bahwa GNNT diprediksi dapat menghemat anggaran pemerintah dalam mencetak uang kartal dan dengan adanya GNNT maka pertumbuhan uangnya akan semakin melambat sehingga pasti menghemat jumlah uang atau jumlah berapa miliar yang akan dicetak di Peruri. Pertumbuhan uang kartal mencapai sekitar 18 persen jika dibandingkan tahun lalu. Namun kalau tidak ada GNNT mungkin angkanya bisa lebih dari itu. Apabila tidak ada GNNT, kemungkinan pertumbuhan kebutuhan uang kartal akan lebih tinggi dan begitu pula sebaliknya apabila ada GNNT, kemungkinan pertumbuhan kebutuhan uang kartal akan melambat.

OPINI

Meskipun transaksi non tunai memiliki banyak manfaat, namun tingkat kepercayaan pengguna dan masyarakat terhadap transaksi non tunai relatif masih kecil. Kepercayaan masyarakat terhadap transaksi tunai masih lebih tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh masyarakat awam yang menganggap cara semacam ini lebih rumit karena kebiasaan mereka menggunakan transaksi tunai. Maka dari itu sasaran GNNT ini adalah anak muda dengan pemikirannya yang visioner, berfikir kedepan dan pro terhadap perubahan yang membangun sehingga dapat sejalan dengan apa yang negara kita, melalui pemerintah tuju demi kepentingan dan kenyamanan bersama.

Hal lain yang perlu juga menjadi PR besar berkaitan dengan penggunaan dan perkembangan teknologi informasi dan dukunngan sistem serta jaringan yang memadahi. Titik beratnya ada pada sistem dan jaringan. Jangkauan jaringan untuk transaksi non tunai masih perlu di tingkatkan terlebih di daerah pelosok. Sejalan dengan perkembangan smartphone dan teknologi informasi yang selama 2 tahun terakhir ini semakin masif, sosialisasi terhadap gerakan ini pun perlu dilakukan. Kembali lagi dengan sasaran daerah-daerah pelosok yang diiringi dengan pembangunan sistem dan jaringan yang memadahi.
Jadi titik beratnya ada pada pematangan sistem dan jaringan. Lalu diikuti dengan sosialisasi terhadap gerakan ini, melalui media ataupun face to face. Harapannya sesegera mungki program ini dapat segera terealisasi secara merata di Indonesia dimana manfaatnya bisa dirasakan oleh kita semua. Kemudahan, kenyamanan, efisiensi, transparasi, semua yang diharapkan dari sistem ini akan terbangun dan tersusun rapi melalui dukungan masyarakat juga kerja keras pemerintah dan pihak-pihak terkait. Sehingga akan terciptanya Invisible Money, Less Cash Society yang menuju pada Smart Money Wave atau Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Review OutFest 2016 Surabaya, Find Your Outdoor Gear

By On November 18, 2016
Flashback ke 5 hari yang lalu ketika postingan ini di publish, tepatnya 13 November 2016, bertempat di Jatim Expo Surabaya, OutFest 2016 Surabaya memasuki hari terakhir. Setelah digelar mulai tanggal 10 November 2016, acara akan berakhir pada malam itu pukul 22:00. So, apa sih OutFest 2016 itu sendiri?

OutFest yaitu Outdoor Festival merupakan acara pameran outdoor terbesar di Indonesia yang juga diselenggarakan di Bandung dan Jakarta pada tahun ini. Di Surabaya sendiri, acara diselenggarakan di Jatim Expo Surabaya  (JX International Convention Exhibition, Jalan Ahmad Yani No. 99, Surabaya - Indonesia) mulai dari 10-13 November 2016 mulai dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam.  Namanya juga Outdoor Festival, yah semuanya berhubungan dengan kegiatan outdoor, kegiatan lapagan. 
Nah menurut saya disini itu semacam tempat nongkrong atau tempat kumpul segala hal yang berbau kegiatan outdoor yang mencakup banyak hal, jual-beli, seminar, talkshow, wahana outdoor mini, games, quiz, seru-seruan, lucu-lucuan yang semuanya berhubungan dengan kegiatan outdoor. Emang sih yang paling mencolok itu diskon-diskon yang di kasih oleh stand-stand dari brand terkenal yang menjual peralatan outdoor, selain itu banyak juga komunitas yang emang pingin menunjukan eksistensinya di dunia per-outdooran sekaligus nyiapin cindera mata buatan mereka untuk dijual ke pengunjung dan juga ajang silaturohmi dan kumpul-kumpul para penggiat alam di Surabaya dan sekitarnya. Dari sekian banyak stand-stand yang ada, ini nih beberapa yang bisa saya abadikan dalam frame kecil saya dan juga sedikit review di captionnya. Check it dot.

Yang paling gede diskonan itu nalgene yang semula harga normalnya untuk produk botol minum multidrink 209.000 bisa kebeli dengan harga 129.000, juga LifeStraw yang juga diskon gede, tapi lupa saya berapa nominalnya. Hehehe..
Selain Stand Produk dan Komunitas, ada juga wahana mini yang bisa menambah keseruan dan skill kita berkaitan kegiatan outdoor. Dan semuanya bisa kita coba mulai dari yang free hingga yang memasang tarif. 
Selain itu, OutFest ini gak melulu soal diskonan dan berkumpulnya brand-brand keren peralatan outdoor tetapi banyak banget ilmu dan keseruan yang bisa diambil loh dari acara ini. Contohnya, pas hari terakhirnya ada TalkShow dari Caving Surabaya dan juga Basarnas. Ngobrol Bareng Word Seven Summiter dan Everest Summiter. Udah pasti tuh ilmunya banyak banget buat bekal kita ngelakuin kegiatan outdoor. Jadi kegiatan outdoor semacam traveling itu gak melulu soal jalan-jalan, foto-foto, trus upload di sosmed. Ada ilmunya juga lho. ;) List Acara lengkapnya ini nih : 

Cerita Saya

Nah, sayang banget nih, saya cuma dapet oleh-oleh foto, brosur, cerita, sama sedikit souvenir yang emang saya butuh dan saya beli. Dapet beberapa sticker dan kebelilah salah satu botol minum brand nalgene (ada di salah satu frame film Wild : From Lost To Found, salah satu film favorit). Jatuh cinta banget sama LifeStraw tapi apa daya budget tak sampai. Harus sabar dan ikhlas. hehehehe.. Balik lagi ke kata "sayang", i miss it. Ngobrol bareng word seven summiter dan everesteverest
 summiter kudu diikhlaskan karena waktu menunjukan pukul 14:00, shift III (kerja).
Oleh-oleh OutFest 2016, Surabaya
Sedikit review event lalu yang menurut saya sip banget. Semoga bermanfaat untuk siapa saja yang membacanya. Okay, sampai ketemu di Event Outdoor selanjutnya dengan keseruan berbeda dan acara yang lebih meriah dan menambah wawasan tentunya. Salam Lestari.

Pesona Kapas Biru, Air Terjun Tersembunyi Lumajang

By On November 06, 2016
LastPost dari sequelnya Lumajang. Setelah mengunjungi Danau Ronggojalu di Probolinggo, mampir ke Jembatan Piket Nol saat OTW ke Air Terjun Kapas Biru. Dan ini terakhir sampailah di sini, Daerah Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Eits belum sampai ke Kapas Birunya, masih jauh.

Cerita Kami

Tibalah kami sekitar pukul 10:30 an di pintu masuk kalau saya bilang. Seperti khasnya air terjun terutama yang pernah saya kunjungi dan khususnya di Jawa Timur, aksesnya harus berjalan kaki untuk sampai ke sana.

Nah, track terpanjang yang pernah saya lalui sampai saat cerita ini di post ya di sini. Mereka bilang, "cuma 1 km mas, itu paling 20 menit, kalo jalannya cewek". Faktanya butuh waktu sekitar 45 menit dan menurut salah satu teman saya itu jaraknya lebih kalau 1 km, hampir lah 2 km an. Saya sih gak terlalu memperhatikan, karena lebih terpesona dengan pemandangan alam khas hutannya, sambil jepret sana sini buat dokumentasi.
Tak ada keindahan yang mudah. Itu kata yang terngiang di benak saya saat beberapa meter sampai di lokasi. Setelah naik turun daerah hutan, semak, jalan setapak, tangga pipa dan bambu, tibalah di area seperti persawahan, hijau dan asri banget. Didepannya ada jembatan dengan sungai yang mengalir dari aliran air terjun Sampai disini air terjunnya belum terlihat, padahal sudah beberapa meter di depan dan suara gemuruhnya sudah terdengar samar-samar. Setelah jembatan dan agak menikung sedikit, barulah Air Terjun megah yang wow banget tersaji. Makanya saya sempat bilang ini, Desa Air Terjun Tersembunyi (Takigakure). Karena letaknya tersembunyi banget dan gak akan terlihat sampai tetes terakhir (Taki=Air terjun, ala-ala serial komik naruto). Maksudnya sampai langkah terakhir. Rasanya surprise banget lah.
45 menit perjalanan yang menurut saya sudah sangat menantang dan menyenangkan ditambah sajian air terjun, air jernih dan hembusan angin serta cipratan air yang sueger banget menambah hati semakin terpukau dan puas. "Maka Nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan". 

Akses Dan Lokasi 

Air Terjun Kapas Biru terletak di Daerah Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur, Indonesia. Menurut informasi, Air Terjun ini baru dibuka 2 minggu sebelum puasa ramadhan 1436 Hijriah / Tahun 2015. Saat kami sampai di sana, hari kerja sehingga hanya ada 2 sepeda motor dak kami rombongan menggunakan mobil. Kalau gak salah tiap orang ditarik karcis 5 atau 10 ribu saya lupa dan parkir mobilnya sekitar 5 ribu kalau gak salah, atau gratis yan. Saya agak lupa. Heeeee..

Estimasi saja, biaya masuk 10rb dan biaya parkir 5rb. Belum ada restribusi untuk daerah kok jadi biayanya cukup 15 ribu saja itu estimasi paling maksimal. Bisa lebih. Tapi kurang tahu kalau weekend beda atau engak.
Untuk menuju ke lokasi :
  • Dari Arah Lumajang : Memasuki daerah perbukitan menuju arah malang, melewati Jembatan Piket Nol, lurus keatas, masuk daerah perkotaan, pertigaan ada plakat belok kanan, ada jembatan (yang kalo diamati bisa kelihatan banyak air terjun dari sana), 300 meter setelah lapangan pronojiwo, setelah persimpangan kemudian ambil kiri ( ada banner sebelah kiri jalan bertuliskan Air Terjun Kapas Biru )
  • Dari Arah Malang : Malang - Turen - Dampit - Pronojiwo, Cari kantor polisi Pronojiwo, tidak jauh dari polsek ada jalan tikungan ( ada banner sebelah kanan jalan bertuliskan Air Terjun Kapas Biru ) dada jalan cor sebelah kanan dan ikuti jalan cor sampai mentok diujung jalan.

Tips and Trik

Dirasa perlu utuk berbagi sedikit pengalaman saat menuju ke Air Terjun ini, tidak seperti Air Terjun yang pernah saya kunjungi sampai sekarang, ini sangat berbeda, beberapa saran untuk yang akan menuju kesini :
  • Pastikan persiapan yang matang mengenai kendaraan, fisik, budgeting, dokumentasi, peralatan dan mental.
  • Karena track yang lumayan jauh dan naik turun, disarankan memakai sandal gunung atau tracking, sepatu juga boleh (tapi resiko basah), lebih enak pakai sandal gunung.
  • Persiapkan bekal, terutama air minum yang cukup selama perjalanan dan bekal yang juga dapat mengembalikan tenaga.
  • Bawa mantol jika diperlukan. Saat kami kesini, cuaca cerah sampai saat kita akan pulang, gerimis mulai datang. Sebenarnya ini asyik buat saya, tracking dengan sedikit basah basahan dan rintik hujan, tidak disarankan untuk yang tidak kebal terhadap hujan. :)
  • Berhati-hati selalu karena jalan naik turun dengan sebagian pembatasnya bambu. Lebih lagi kalau hujan dan deras, jalan licin dan disarankan segera balik, takutnya banjir. heeee..
  • Selalu bawa tas kresek (plasik) untuk sampah pribadi. Tolong untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sampah Tarus tas kresk dan jangan lupa dibawa pulang, Buang di tempat sampah saat pulang.
  • Disarankan membawa tas untuk bekal dan perlengkapan jika berniat nyebur.
  • Pastikan peralatan dokumentasi sesuai dengan situasi dan kondisi. Air da Basah.
  • Selalu berhati-hati, jangan lupa berdoa, dan juga tunaikan kewajiban bagi kita yang muslim.

Sampai jumpa di cerita kami selanjutnya.
Salam Lestari. ;)

Jembatan Gladak Perak atau Piket Nol

By On November 05, 2016

Piket Nol. Nama yang sangat asing ditelinga saya. Sejenak terfikir, dapat inspirasi dari mana kok bisa dinamai seperti itu. Karena baru pertama kali mendengar namanya pas di lokasi, saya sedikit terheran dan setelah beberapa waktu saya pun mencari informasi di internet akan nama tersebut. Ternyata informasi yang saya dapat juga malah membingungkan saya. Muncullah nama Gladak Perak. Nah lho. Ini yang benar yang mana?

Baik, sebagai inisiatif saya menyimpulkan bahwa Jembatan Gladak Perak itu ya Piket Nol itu sendiri. Di luar kawasan Malang - Lumajang jembatan ini dikenal dengan nama Jembatan Piket Nol sedangkan warga daerah sekitar menyebutnya Gladak Perak. Piket Nol sendiri sesungguhnya adalah kawasan jalur titik tertinggi di jalan jalur selatan yang menghubungkan kota Malang dengan kota Lumajang. Kawasan ini penuh dengan pemandangan yang indah serta sedikit ekstrim karena berkelok-kelok mengikuti jalur sungai dengan sisi sebelah jurang dan sisi lainnya tebing.

Nah di lokasi sesungguhnya ada 2 jembatan juga. Apa yang satu namanya Gladak Perak dan satunya Piket Nol? Kembali ke inisiatif saya, kedua jembatan itu sama, hanya saja dibangun ulang dengan konstruksi yang lebih kokoh di sebelahnya karena jembatan ini merupakan akses vital dan tercepat antara Malang - Lumajang.
Jadi disini kita sepakat sebut Jembatan Piket Nol. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi, :)

Sejarah dan Legenda

Jembatan ini dibangun sekitar tahun 1925 hingga tahun 1940 oleh pemerintah kolonial Belanda. Jembatan ini pernah dihancurkan pada tahun 1947 oleh Zeni Pioneer (22 Jatiroto) untuk menghambat pergerakan tentara Belanda dari Malang masuk ke Lumajang. Jembatan ini dibangun kembali pada tahun 1952. Foto-foto saat jembatan ini selesai dibangun pertama kali dulu disimpan oleh KILTV Nederland, yang juga bisa ditemukan banyak di internet.

Asal muasal nama Gladak Perak terdapat beberapa versi, entah mana yang benar. Menurut pendapat beberapa masyarakat setempat, nama perak dihubungkan dengan warna cat dari jembatan Gladak Perak yang lama, yang akan sangat mencolok ketika disinari cahaya matahari. Versi lainnya mengatakan bahwa untuk pembangunan jembatan ini perlu menghabiskan begitu banyak uang perak. Sedangkan legendanya sendiri mengatakan bahwa untuk membangun jembatan ini, digunakan Gelang Perak milik seorag penarik ledek yang cantik sebagai tumbal. Hal tersebut karena banyaknya pekerja yang jatuh ke sungai Besuk Sat saat pembangunannya, sehingga diperlukan tumbal sebagai penolak bala.
Ada banyak cerita yang beredar mengenai legenda jembatan Gladak Perak yang sedikit membuat bulu kuduk berdiri. Rumor yang beredar di masyarakat sekitar adalah bahwa pada masa penumpasan G30S/PKI, jembatan ini menjadi lokasi pembuangan mayat. Itulah sebabnya dulu banyak orang yang memilih untuk tidak melewati jembatan ini pada malam hari. Karena sering ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di sekitar jembatan. Namun dewasa ini jalur tersebut tetap banyak dilalui kendaraan walaupun saat tengah malam. 
Sumber : http://www.nnoart.com/

Akses dan Lokasi

Jembatan ini beerada di Kawasan piket nol yang termasuk dalam kecamatan Pronojiwo, Lumajang berada di lokasi dengan ketinggian 750 mdpl, di bawah kaki gunung Semeru atau sekitar 34 km sebelah barat kota Lumajang. Di lokasi piket nol terdapat sebuah Jembatan Besuk Kobo’an, atau warga sekitar menyebut Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan dua sisi bukit batu yang curam dibuat sekitar tahun 1925-1930 oleh pemerintah Kolonial. Nah jelas kan antara nama Gladak Perak dan Piket Nol. Jangan bingung sama Besuk Kobo'an. Anggap saja itu nama alias.

Cerita Kami

Sederhananya jika kita ingin berpergian antara daerah Malang - Lumajang dan sebaliknya kita pasti lewat daerah ini. Waktu itu kami dari Lumajang menuju Air Terjun Kapas biru dan jelas  melewati Kecamatan Pronojiwo dan menemuilah jembatan ini. Dari kejauhan jalur berkelok sudah telihat tiang -tiang penyangga yang berdiri gagah yang sempat saya bicara dalam hati, bangunan apa tu. Ternyata jembatan. Jka akses dari malang tak seberapa terlihat karena posisi jembatan ada di bawah kita.
Penampakan Jembatan Gladak Perak atau Besuk Kobo'an atau Piket Nol
Sumber Gambar : http://www.nnoart.com/

Hujan Gerimis Aje Danau Ronggojalu

By On October 28, 2016
Alkisah, diawali oleh perang saudara antara seseorang yang bernama Ki Ronggo dan saudara kandungnya sendiri, Ki Jalu. Perselisihan tersebut dilatar-belakangi oleh perebutan wilayah. Terjadilah peperangan hebat antara kedua orang tersebut. Ditengah peperangan yang sedang memanas, tiba tiba datang sesosok Kyai sakti. Dan Kyai tersebut bermaksud untuk menghentikan peperangan antara saudara kandung tersebut. 
 Kyai sakti tersebut berusaha untuk meyakinkan Ki Ronggo dan Ki Jalu dengan berjalan ke tengah lahan kosong dan menancapkan sebatang “lidi”. Kemudian Kyai sakti berkata kepada Ki Ronggo dan Ki Jalu. “Barang siapa dapat mencabut lidi yang ditancapkan nya, maka ialah pemilik lahan kosong tersebut”. Kesempatan pertama dilakukan oleh Ki Jalu, dimana ia mencoba dengan sekuat tenaga untuk mencabut sebatang lidi yang ditancapkan oleh Kyai sakti. Namun upaya Ki Jalu sia sia, karena ia tak berhasil mencabut sebatang lidi tersebut. Giliran berikutnya dilakukan oleh Ki Ronggo, namun hasil nya juga tetap nihil. 
Karena kedua saudara tersebut tidak ada yang mampu untuk mencabut lidi tersebut, Kyai sakti lah yang mencabutnya sendiri. Fenomena aneh tiba tiba terjadi ketika Kyai sakti mencabut lidi yang ditancapkan nya. Tepat setelah lidi dicabut, tiba tiba dari dalam tanah muncul air yang menyembur keluar. Hingga air tersebut menjadi sebuah danau dan sekaligus menenggelamkan Ki Ronggo dan Ki Jalu. 
Sumber : http://www.tabloidwisata.com/ 
24 Oktober 2016 untuk kedua kalinya saya menginjakan kaki di kota Probolinggo. Setelah sebelumnya 2 tahun silam berkesempatan menikmati indahnya Bromo, Berniat singgah untuk beristiraht menuju kota Lumajang, waktu tidak kami sia-siakan untuk berdiam diri di rumah saja. Sore itu hujan gerimis dan mendung di kota Probolinggo, kami langsung menuju Ronggojalu atas ide dari salah satu teman kami (Yusnuar). Sempat browsing Danau Ronggojalu untuk akses dan melihat sekilas lokasinya ternyata lumayan bagus juga. Karena nama yang asing, tak ada gambaran apa-apan sebelumnya. Sinya GPS tak didapat akhirnya kami mengandalkan skill bertanya dan mengikuti plakat.

Review Lokasi

Sampai di lokasi sore hari, mendung dan grimis. Karena hari senin dan aktif kerja, lokasi terlihat sepi dan lebih syahdu. Kesannya horor mencekam tapi tetap cantik. Jika cuaca cerah, mungkin viewnya lebih bagus dan seger. Lokasinya luas cocok banget buat tamasya gelar karpet/tikar, makan bersama keluarga. Hawanya sejuk dan banyak pepohonan. Terlihat perahu bebek yang mungkin bisa digunakan untuk berkeliling danau. Nah disini showtime dimulai (Sing podo jeguran yo ben jeguran, aku tak poto-poto wae). Karena airnya yang jernih pipa-pipa saluran air terlihat jelas. Tapi hati-hati yang nggak bisa berenang jangan coba-coba. Karena dalamnya lumayan.

Akses dan Lokasi

Tepatnya, Danau Ronggojalu ini terletak di Desa Tegalsiwalan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Tak jauh dari pusat kota Probolinggo yaitu Alun-alun Kota Probolinggo. Aksesnya melewati jalan Probolinggo - Jember lalu belok sebelah kiri setelah indomart ( berupa pertigaan kecil ke kiri ala daerah pedesaan ). Jalurnya pun khas pedesaan. Lurus saja ikutin jalur, lalu pertigaan belok kiri masuk persawahan terakhir Danau Ronggojalu. Disarankan tidak malu bertanya agar tidak tersesat.

Unik dan Asik

Asik banget nih buat berenang bagi yang bisa berenang, karena airnya jernih. Tapi kedalamannya cukup lumayan dan disarankan ekstra hati-hati. Viewnya juga bagus. Sejauh mata memandang danau penuh air. Di sudut lain view lebih luasnya terlihat pegunungan dan daerah sawah khas pedesaan. Di salah satu sudut tepi danau ini terdapat 2 makan berwarna oranage yang diyakini makan Ki Ronggo dan Ki Jalu. Makam terbatasi pagar dan hanya ada 2 itu saja, letaknya di bawah pohon dan di pinggir pas danau. Ada kisah lain yang mengatakan bahwa Ki Ronggo dan Ki Jalu adalah pasangan suami istri dengan kisah berbeda pada zaman Belanda. Namun yang lebih banyak dikenak adalah kisah perang saudara antara Ki Ronggo dan Ki Jalu.

Rumah Pompa, Supply Air Bersih untuk warga sekitar.

Cerita Kami

Inframe : Kurnia -Firdaus - Dicky - Yusnuar
Terakhir dapat bonus ban bocor. Sehingga jam pulang molor sampe malam. Thankyu kepada Mas yang udah bantu bawain pompa ban ya walaupun pada akhirnya percuma karena ternyata bannya bocor kena paku. Hehehe..

See You Later 3.339 Masl

By On September 14, 2016
Part Terakhir dari Perjalanan kami menuju Puncak Ogal-Agil. Lihat juga cerita sebelumnya di :
On The Way Ogal-Agil 3.339 Masl
Ogal-Agil, Top Arjuno 3.339 Masl
Part terakhir ini berisi capture perjalanan yang sederhana dari kami. Tak terlalu banyak dan mungkin juga tak terlalu bagus. Just save our memory for our children. :)
Start From Base Camp Hotel Surya.
Berada Di Pondokan.
Camping di Lembah Kidang, malam yang dingin, hujan, dan makan malam romantis.
Matahari Ogal agil.
Top Ajuno, Ogaal Agil 3.339 Masl.
Say Good bye to Arjuna.
To Mekanic Team.
Mari lihat member kita sepanjang perjalanan menuju Puncak :
Rendy Primus
Wulan Primus
Zainal Arifin
Kurnia Agung Pamungkas
Toni and girlfriend.
Cerita sederhana kami semoga menginspirasi. Terima Kasih. Salam Lestari.

Popular

Kurnia Agung Pamungkas a.k.a kagung13, Seorang blogger yang percaya bahwa menulis adalah cara terbaik mengabadikan moment dan pemikiran berharga dalam hidup.

Total Pageviews